- Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Bupati Majalengka: Sosok yang Per
- Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Kolam Renang Surya Kadipaten, Satu Tersangka Diamankan
- Pramuka Majalengka Ikuti Apel Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Sandi Fahmi Fatwa Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Majalengka PAW Masa Jabatan 2024–2029.
- Warga Palabuan dan TNI Tiba-Tiba Bahu-Membahu Gempur Mushola Al-Furkon, Ada Apa Sebenarnya
- GANISA Stop Narkoba Bersama Satres Narkoba Polres Majalengka di Pesantren Pendidikan NU Maja
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan Akun dan WhatsApp Mengatasnamakan Dirinya Adalah Hoaks.
- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
Dandim 0617/Majalengka Beri Materi Wasbang kepada Calon Mahasiswa Instbunas, Ini Pesannya

Literasikata.id Majalengka – Komandan Kodim (Dandim) 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada calon mahasiswa baru Universitas Instbunas (Institut Budi Utomo Nasional) Majalengka, Jumat (3/10/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Instbunas, Jalan Siliwangi No.121, Heulet, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. Hadir dalam kegiatan ini Ketua BEM Instbunas, Tedi Saepudin, serta moderator Elda Tiara.
Baca Lainnya :
Dalam pemaparannya, Dandim menekankan pentingnya generasi muda memahami wawasan kebangsaan sebagai modal dasar berbangsa dan bernegara.
“Sebagai anak bangsa, kita wajib memahami arti wawasan kebangsaan. Bela negara adalah ukuran sejauh mana kita mencintai bangsa dan negara,” ujar Letkol Inf Fahmi.
Ia menjelaskan, generasi muda harus mengetahui sejarah, budaya, nilai, serta cita-cita bangsa agar tumbuh jiwa nasionalisme dan rasa cinta tanah air yang kuat.
“Generasi muda yang paham sejarah akan lebih memiliki nasionalisme dibanding mereka yang apatis. Jangan biarkan bangsa hancur karena adanya penghianatan dari dalam,” tegasnya.
Selain itu, Dandim mengajak mahasiswa untuk menjauhi hal-hal negatif, rajin belajar, serta meneladani tokoh-tokoh bangsa yang telah berkorban demi kemerdekaan.
“Kita harus memahami sejarah, termasuk peran penting Kerajaan Demak dalam penyebaran Islam di Jawa. Karakter pemimpin dan rakyat akan menentukan keberhasilan bangsa. Jangan jadi penghianat di negeri sendiri, tapi niatkan diri untuk berkontribusi bagi tanah air,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Dandim berharap mahasiswa Instbunas dapat semakin memperkuat rasa cinta tanah air, menumbuhkan semangat persatuan, dan berkomitmen menjaga keutuhan NKRI. (Pendim_0617)











