- Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Bupati Majalengka: Sosok yang Per
- Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Kolam Renang Surya Kadipaten, Satu Tersangka Diamankan
- Pramuka Majalengka Ikuti Apel Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Sandi Fahmi Fatwa Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Majalengka PAW Masa Jabatan 2024–2029.
- Warga Palabuan dan TNI Tiba-Tiba Bahu-Membahu Gempur Mushola Al-Furkon, Ada Apa Sebenarnya
- GANISA Stop Narkoba Bersama Satres Narkoba Polres Majalengka di Pesantren Pendidikan NU Maja
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan Akun dan WhatsApp Mengatasnamakan Dirinya Adalah Hoaks.
- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Waspadai Bahaya Pergaulan Bebas di Morotai Utara.

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Serda Radi, melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Guahira, Kecamatan Morotai Utara, Rabu (27/8/2025). Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pergaulan anak agar terhindar dari bahaya pergaulan bebas.
Dalam himbauannya, Babinsa Radi mengingatkan bahwa pergaulan bebas dapat menjadi ancaman serius bagi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga tindak kriminal. Ia menegaskan, langkah antisipasi paling utama adalah pengawasan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas serta lingkungan pergaulan anak sehari-hari.
Baca Lainnya :
“Orang tua harus lebih peka terhadap siapa saja teman bergaul anak-anaknya. Jangan sampai mereka terjerumus dalam pergaulan yang merusak masa depan. Dengan pengawasan dan komunikasi yang baik di rumah, kita bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Radi.
Ia juga menambahkan, lingkungan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mengawasi tumbuh kembang generasi muda. “Semua pihak, baik orang tua, tokoh masyarakat maupun aparat desa perlu bergandengan tangan untuk menjaga anak-anak kita dari pengaruh negatif,” ujarnya.











