- Presiden Prabowo Lantik Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Bupati Majalengka: Sosok yang Per
- Polisi Ungkap Kasus Curanmor di Kolam Renang Surya Kadipaten, Satu Tersangka Diamankan
- Pramuka Majalengka Ikuti Apel Hari Kesaktian Pancasila 2026
- Sandi Fahmi Fatwa Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Majalengka PAW Masa Jabatan 2024–2029.
- Warga Palabuan dan TNI Tiba-Tiba Bahu-Membahu Gempur Mushola Al-Furkon, Ada Apa Sebenarnya
- GANISA Stop Narkoba Bersama Satres Narkoba Polres Majalengka di Pesantren Pendidikan NU Maja
- Kepala BKPSDM Majalengka Tegaskan Akun dan WhatsApp Mengatasnamakan Dirinya Adalah Hoaks.
- Perkuat Karakter, Prestasi, dan Kepemimpinan Pramuka Penegak Majalengka di Penutupan Giat Prestasi V
- 300 peserta antusias ikuti seminar sehari ngobrol cai merdeka di Majalengka
- Polres Majalengka Kembali Musnahkan 5.195 Botol Miras, Wujudkan Majalengka Zero Miras.
Babinsa Koramil 1514-02/Berebere Ajak Warga Bido Hidupkan Budaya Gotong Royong

Literasikata.id Morotai, Maluku Utara – Babinsa Koramil 1514-02/Berebere, Praka Bazar, perlu gitu musik melaksanakan komunikasi sosial bersama warga Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, pada Sabtu (30/8/2025). Dalam kegiatan tersebut, Babinsa mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong sebagai warisan leluhur yang sarat manfaat bagi kehidupan bersama.
Praka Bazar menekankan bahwa gotong royong bukan hanya sekadar kerja bersama, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan kebersamaan warga desa.
Baca Lainnya :
“Gotong royong adalah kekuatan masyarakat desa. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat bisa terasa ringan, lingkungan menjadi bersih, pembangunan lebih cepat, dan hubungan antarwarga semakin erat. Inilah budaya luhur yang harus terus dijaga agar tidak hilang oleh perkembangan zaman,” ungkap Babinsa.
Ia juga menambahkan bahwa dengan menghidupkan semangat gotong royong, banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat, mulai dari terciptanya lingkungan yang sehat, meningkatnya solidaritas, hingga memudahkan penyelesaian berbagai permasalahan desa.
“Kalau kita hidup individualis, maka setiap masalah terasa berat. Tapi dengan gotong royong, kita saling bantu, saling menguatkan, dan desa menjadi lebih maju. Karena itu, mari kita budayakan kembali gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,”pesan Praka Bazar.











